saiidusshiddiqiyah.ac.id—Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Momen ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir, serta menyusun langkah yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.
Memasuki tahun 1448 Hijriah, umat Islam diajak untuk melihat kembali berbagai amal yang telah dilakukan sepanjang tahun 1447 H. Apa yang sudah baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan kekurangan dan kesalahan perlu diperbaiki melalui taubat dan usaha yang sungguh-sungguh.
Dalam tradisi Islam, pergantian bulan dan tahun sering disambut dengan doa. Riwayat dari sejumlah sahabat Nabi SAW menunjukkan adanya anjuran untuk memohon kepada Allah agar diberikan keselamatan, keimanan, kesehatan, dan rezeki yang baik. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan.
Berkaitan dengan keutaman membaca doa awal dan akhir tahun, Syekh Abdul Hamid telah menjelaskan dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur sebagaimana berikut:
يُقْرَؤُهُ ثَلَاثًا؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: “ٱسْتَأْمَنَ عَلَى نَفْسِهِ فِيمَا بَقِيَ مِنْ عُمُرِهِ”، وَتَوَكَّلَ بِهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَتْبَاعِهِ.
Artinya: Doa (awal tahun) ini dibaca tiga kali, karena sesungguhnya setan akan berkata: Ia telah mengamankan dirinya untuk sisa umurnya, lalu dua malaikat ditugaskan untuk menjaganya dari setan dan para pengikutnya. (Syekh Abdul Hamid Muhammad Ali, Kanzun Najah was Surur, [Beirut, Darul Hawi: 2009 M/1430 H], halaman 69).
Lebih lanjut, Syekh Abdul Hamid juga menjelaskan terkait keutamaan membaca doa akhir tahun:
يُقْرَأُ (ثَلاَثًا)، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، فَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ.
Artinya: Doa (akhir tahun) ini dibaca sebanyak tiga kali. Sesungguhnya setan akan berkata: Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat saja! (Syekh Abdul Hamid Muhammad Ali, Kanzun Najah was Surur, [Beirut, Darul Hawi: 2009 M/1430 H], halaman 299)
Doa-doa yang dibaca saat pergantian tahun pada dasarnya mengajarkan kesadaran bahwa waktu adalah amanah. Setiap bulan dan tahun yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, menyambut tahun baru Hijriah seharusnya tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Doa Akhir Tahun dan Maknanya
Berikut teks doa akhir tahun:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا
Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang, sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Makna utama dari doa ini adalah memohon ampunan kepada Allah atas berbagai kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Seorang hamba mengakui kekhilafannya, menyadari kelemahannya, dan berharap agar Allah menerima amal-amal baik yang telah dikerjakan.
Melalui doa ini, seorang Muslim diajak untuk menutup tahun dengan hati yang bersih, penuh penyesalan atas dosa, dan optimis terhadap rahmat Allah yang luas.
Doa Awal Tahun dan Maknanya
Selain doa akhir tahun, para ulama juga menganjurkan membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali ketika memasuki tahun baru Hijriah. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, bantuan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta bimbingan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.
Berikut teks doa awal tahun:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Artinya: “Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Isi doa awal tahun menunjukkan bahwa tantangan terbesar manusia tidak hanya berasal dari faktor luar, tetapi juga dari dirinya sendiri. Karena itu, memasuki tahun baru perlu disertai tekad untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan mengendalikan berbagai dorongan negatif yang dapat menjauhkan seseorang dari jalan kebaikan.
Agar pergantian tahun Hijriah tidak berlalu begitu saja, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
Pertama, melakukan muhasabah secara jujur. Evaluasi kebiasaan sehari-hari, baik dalam kehidupan nyata maupun aktivitas digital. Perhatikan apakah perkataan, tulisan, dan tindakan selama ini lebih banyak memberikan manfaat atau justru menimbulkan mudarat.
Kedua, memperbarui niat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang benar dapat bernilai ibadah. Oleh karena itu, awal tahun menjadi waktu yang tepat untuk meluruskan kembali tujuan hidup dan aktivitas yang dijalani.
Ketiga, memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial. Berbagi kepada sesama merupakan bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah sekaligus sarana memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Doa dan amal saleh harus berjalan beriringan. Doa memberikan arah dan harapan, sedangkan amal menjadi bukti kesungguhan dalam mewujudkan harapan tersebut.
Pergantian tahun 1448 Hijriah dapat menjadi momentum penting untuk memulai lembaran baru yang lebih baik. Dengan memperbanyak istighfar, memanjatkan doa, memperbaiki niat, dan meningkatkan amal saleh, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga tahun baru Hijriah ini membawa keberkahan, ketenangan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah kita menuju kebaikan.
Artikel ini disadur dari sumber Dalil dan Keutamaan Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun dan Inilah Doa Akhir dan Awal Tahun Lengkap dengan Terjemahnya
Penyadur: Winda Khoerun Nisa
