sa’iidusshiddiqiyah.ac.id—Sepak bola bukan hanya olahraga paling populer di dunia, tetapi juga menjadi cermin keberagaman budaya dan keyakinan. Inggris dikenal sebagai rumah sepak bola modern karena menjadi tempat lahirnya aturan permainan modern. Kini, pengaruh Islam semakin terlihat, tidak hanya di tribun penonton, tetapi juga di lapangan, ruang ganti, hingga kebijakan berbagai klub.
Kehadiran Muslim di Dunia Sepak Bola Inggris
Sebagian masyarakat Inggris masih memiliki pandangan negatif terhadap Islam, meskipun berbagai upaya untuk mengurangi Islamofobia terus dilakukan. Namun, kehadiran para pemain Muslim di Premier League telah membantu mengubah persepsi tersebut. Melalui prestasi dan sikap mereka, masyarakat mulai melihat Islam dari sudut pandang yang lebih positif.
Diantaranya adalah Mohamed salah (Liverpool), Thomas Partey (Arsenal), Ilkay Gundogan (Manchester City), Adama Traore (Fulham), Boubacar Kamara (Aston Villa), Amad Diallo (Manchester United), Mohammed Kudus (West Ham), Wesley Fofana (Chelsea) dll.
Mereka tak hanya dikenal karena kehebatannya di lapangan, tapi juga karena kebanggaan mereka terhadap identitas Islam. Salah satu momen berkesan adalah saat Mohamed Salah sujud syukur setiap kali mencetak gol, yang membuat istilah “Prostration Celebration” yang sangat terkenal di dunia barat.
Selebrasi Gol Ikonik
Mohamed Salah, atau yang akrab disapa Mo Salah, mungkin sudah tak asing lagi ditelinga para penggemar sepak bola. Pemain Muslim asal Mesir ini telah menjadi bintang besar di dunia sepak bola, terutama di Liverpool, di mana ia selalu menjadi striker andalan
Pernah meraih berbagai penghargaan individu dan membawa The Reds meraih banyak prestasi, Mohamed Salah semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik Liverpool sekaligus salah satu pesepak bola terbaik di dunia.
Meski berasal dari negara yang tidak begitu dikenal dalam dunia sepak bola, perjalanan karirnya menegaskan bahwa kerja keras dan bakat memang selalu membawa hasil yang luar biasa baginya.
Kecepatan, dan kemampuan dribbling yang luar biasa, serta naluri mencetak gol yang tajam menjadikannya salah satu penyerang terbaik di dunia. Salah berhasil membawa Liverpool meraih banyak gelar, termasuk Liga Champions dan Premier League.
Bahkan Salah berhasil membawa timnya menjuarai Premier League serta menorehkan 34 gol yang menjadi top skor Premier League dan masih menyisakan 3 match yang tersisa di musim ini Selain prestasinya bersama Liverpool, salah juga memiliki kontribusi besar untuk tim nasional Mesir. Ia menjadi ikon sepak bola Mesir, mencetak banyak gol di kualifikasi Piala Afrika bahkan Piala Dunia.
Tidak hanya dikenal sebagai pesepak bola profesional, Mohamed Salah juga secara tidak langsung memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat dunia. Setiap kali mencetak gol, ia hampir selalu melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Selebrasi sujud syukur ala Mohamed Salah adalah salah satu selebrasi paling ikonik dan dikenali dalam dunia sepak bola modern. Selebrasi ini telah menginspirasi banyak Muslim muda untuk bangga menunjukkan identitas mereka, bahkan Media global menyebutnya sebagai simbol keharmonisan antara iman dan olahraga profesional.
Nyanyian Cinta Fans untuk Seorang Muslim
Para suporter tidak hanya memuji kemampuan dan kontribusinya di lapangan, tapi juga menaruh rasa hormat pada keyakinan agamanya sebagai seorang Muslim. Salah satu chant yang paling terkenal dan menyentuh adalah:
“If he scores another few, then I’ll be Muslim too,
Sitting in a mosque, that’s where I wanna be,
Mo Salah-la-la-la, la-la-la-la”
Artinya “Kalau dia mencetak beberapa gol lagi, aku juga mau jadi Muslim,
Duduk di dalam masjid, di sanalah aku ingin berada,
Mo Salah-la-la-la, la-la-la-la-la-la.”
Dengan chant ini para fans mengungkapan kekaguman dan cinta yang tulus terhadap Mohamed Salah, baik sebagai pesepakbola maupun sebagai pribadi Muslim. chant ini juga menggambarkan bahwa Islam dan masjid sebagai sesuatu yang positif dan menyenangkan, bukan menakutkan.
Kehadiran pemain Muslim di sepak bola Inggris tidak hanya menghadirkan prestasi di lapangan, tetapi juga memperkuat nilai toleransi dan inklusivitas. Sebagai bentuk dukungan, sejumlah klub menyediakan makanan halal, ruang ibadah, serta menerapkan kebijakan ramah Ramadan, seperti mengizinkan pemain berbuka puasa di tepi lapangan.
Kesimpulan
Hubungan antara Islam dan sepak bola di Inggris telah mengalami transformasi luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah sorotan tajam media dan berbagai tantangan sosial, hadirnya tokoh-tokoh Muslim seperti Mohamed Salah telah menjadi sosok yang menginspirasi dan menghadirkan narasi baru tentang keimanan, keteladanan, dan penerimaan.
Dan Ini menjadi bukti bahwa iman dan profesionalisme bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru, dengan membawa nilai-nilai keimanan di tengah lapangan hijau.
Referensi:
Carrington, Ben. 2010. Race, Sport and Politics: The Sporting Black Diaspora. London Inggris: SAGE Publications.
Amara, Mahfoud. 2012. Sport, Politics and Society in the Arab World. London Inggris: Palgrave Macmillan.
M. Iqbal Dawami. 2018. Mohamed Salah: Pesepakbola Muslim yang Menghapus Islamofobia. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Dadi Purnama Eksan. 2019. Mohamed Salah: You’ll Never Gonna Stop Him. Yogyakarta: Second Hope.
Simon Hughes. 2021. Chasing Salah. London, Inggris: Constable.
Kontributor: Ahmad Danial
