saiidusshiddiqiyah.ac.id – Babak final kompetisi Tarikh of Champions (TOC) 2025 berlangsung kompetitif pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di Perpustakaan Asshiddiqiyah. Gelaran yang dihadiri oleh seluruh mahasantri Ma’had Aly Jakarta ini merupakan puncak dari rangkaian perlombaan selama beberapa bulan yang menguji kedalaman akademik, analisis sejarah Islam, serta penguasaan bahasa Arab para peserta.
Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasantri (PSDM) menginisiasi TOC sebagai program kerja strategis guna mewadahi potensi akademik mahasantri secara terukur. Melalui kolaborasi lintas divisi dengan Divisi Pendidikan dan Bahasa, kegiatan ini dirancang secara komprehensif. TOC bertujuan bukan sekadar menguji daya ingat terhadap fakta sejarah, melainkan mendorong mahasantri untuk berpikir kritis, melakukan analisis mendalam terhadap peristiwa sejarah, menguasai bahasa Arab secara aktif, serta mengasah keterampilan berbicara di depan publik (public speaking).
Guna menjamin objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menghadirkan panel dewan juri yang ahli di bidangnya. Adapun para dewan juri yang memberikan penilaian dalam kompetisi ini adalah: Ustadz Muhammad Rifa’i, Lc., Ustadz Robihul Imam, S,Ag dan Ustadzah Qoriatus Shufiyah, Lc.
Babak semifinal diawali dengan sesi menjawab soal analisis yang menuntut pemahaman materi secara substantif. Dalam teknis pelaksanaannya, setiap kelompok diwakili oleh satu juru bicara (jubir) untuk memaparkan jawaban secara gamblang dan percaya diri di hadapan audiens. Dewan juri memberikan penilaian berdasarkan empat aspek utama, yakni kemampuan memahami materi, ketepatan analisis, kejelasan artikulasi, serta penguasaan teknik penyampaian.
Memasuki babak final, kompetisi menerapkan sistem unik yang membedakannya dari perlombaan pada umumnya. Panitia menggunakan mekanisme “rebutan poin” melalui sistem panggilan telepon ke nomor yang telah disediakan. Atmosfer kompetisi berlangsung sangat intens dan menegangkan, di mana ketangkasan peserta diuji secara maksimal. Para juri dan hadirin dibuat kagum oleh kecepatan peserta yang mampu memberikan jawaban tepat, bahkan sebelum soal selesai dibacakan oleh panitia.
Tantangan dalam babak final ini pun semakin kompleks dengan penggunaan media soal berupa teks dan gambar berbahasa Arab. Hal ini mengharuskan peserta memiliki ketelitian tinggi terhadap mufradat (kosakata), ta’birat (ungkapan), serta konteks sejarah yang terkandung di dalamnya. Hingga babak terakhir, persaingan tetap terbuka lebar karena perolehan poin antarkelompok hanya berselisih tipis.
Penyelenggaraan Tarikh of Champions 2025 memberikan dampak signifikan bagi mahasantri dalam melatih pola pikir kritis, kemampuan komunikasi, serta keberanian tampil di ruang publik. Berdasarkan respons positif yang diterima dari seluruh partisipan dan dewan juri, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya pada periode mendatang sebagai sarana peningkatan mutu akademik mahasantri yang berkelanjutan.
Pewarta: Atikah Sa’diatus Zahra, Semester VI
