saiidusshiddiqiyah.ac.id— Jakarta, September 2026 menjadi bulan yang membanggakan bagi Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta. Sejumlah mahasantri berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi dan forum akademik. Capaian tersebut diraih melalui kompetisi kajian kitab, bahasa Arab, hingga partisipasi dalam konferensi internasional.
Prestasi ini menjadi bagian dari kiprah mahasantri dalam mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus menunjukkan eksistensi Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta di berbagai ruang kompetisi dan forum keilmuan.
Salah satu mahasantri yang mencatatkan sejumlah prestasi pada September 2026 adalah Arman Juliansyah, mahasantri semester V Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta. Arman berhasil meraih Juara III bidang Kitab Bidayatul Mujtahid dalam ajang Madzhab Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis, 17 September 2026.
Dalam ajang tersebut, Arman mengikuti kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam memahami dan membaca khazanah keilmuan Islam melalui kitab Bidayatul Mujtahid. Pencapaian tersebut menjadi bukti atas ketekunan dalam mendalami literatur keislaman yang menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan Ma’had Aly.
Pada kesempatan lain, Arman kembali meraih Juara III bidang Qira’atul Kutub dalam rangkaian Festival Sastra Arab ASEAN 2026 yang diselenggarakan oleh HIMABSA UIN SSC pada 16–17 September 2026. Festival tersebut mengangkat tema “Eksplorasi Sastra Arab dalam Bingkai Budaya Nusantara sebagai Ruang Ekspresi, Kompetisi, dan Kejayaan Intelektual Generasi Muda.” Melalui kompetisi tersebut, Arman kembali menunjukkan kemampuan dalam bidang kajian kitab dan bahasa Arab.
Tidak hanya itu, Arman juga berhasil meraih Juara III bidang Kitab Fathul Qarib dalam ajang Festival Bahasa Arab Internasional 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (ITLA) di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 September 2026 tersebut mengusung slogan “Menjelajahi Perbendaharaan Ilmiah Bahasa Arab Melalui Lingkungan Kompetitif dan Digital untuk Membangun Generasi Global.”
Tiga capaian yang diraih Arman dalam berbagai kompetisi pada bulan yang sama menjadi catatan tersendiri. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan membaca kitab, memahami literatur keislaman, serta mengasah kompetensi bahasa Arab.
Selain prestasi di bidang kompetisi, capaian akademik juga ditorehkan oleh Muhammad Fathul Bari, mahasantri M1 penerima Beasiswa PBSB Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta.
Muhammad Fathul Bari berkesempatan menjadi presentator dalam International Conference on Istiqlal Declaration: “Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace.” Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Masjid Istiqlal, dan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM).
Dalam forum internasional tersebut, Muhammad Fathul Bari mempresentasikan paper berjudul “Program Pengelolaan Sampah Mulia di Pesantren: Sinergi Ekologi dan Etika Keislaman.” Paper tersebut mengangkat gagasan mengenai pengelolaan lingkungan di pesantren dengan memadukan aspek ekologi dan nilai-nilai etika Islam. Keikutsertaan dalam konferensi ini menjadi ruang bagi mahasantri untuk menyampaikan gagasan akademik sekaligus memperluas kontribusi keilmuan dalam isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian prestasi yang diraih sepanjang September 2026 menjadi catatan positif bagi Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta. Dari kompetisi membaca dan mengkaji kitab hingga forum akademik internasional, para mahasantri menunjukkan bahwa tradisi keilmuan yang dikembangkan di Ma’had Aly dapat hadir dalam berbagai ruang kompetisi dan diskursus akademik. Capaian tersebut juga menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di Ma’had Aly tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga mendorong mahasantri untuk mengembangkan kemampuan, berkompetisi secara sehat, serta menyampaikan gagasan di tengah masyarakat.
