Unggul Mutlak, Ahmad Zamzami Nakhodai BEM-MAS Jakarta Periode 2026/2027

saiidusshiddiqiyah.ac.id—Ahmad Zamzami resmi terpilih sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasantri Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah (BEM-MAS) Jakarta periode 2026/2027 setelah meraih kemenangan mutlak dalam pesta demokrasi Mahasantri pada Selasa (9/6/2026). Momentum pemilihan ini menjadi pijakan krusial bagi regenerasi kepemimpinan di lingkungan Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah guna memastikan keberlanjutan roda organisasi kemahasantrian yang lebih progresif dan dinamis.

Helatan tahunan ini dipandang sebagai agenda strategis dalam memperkuat struktur organisasi di bawah naungan Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta. Kehadiran jajaran staf institusi di tengah-tengah peserta didik memberikan legitimasi dan dukungan penuh terhadap proses suksesi yang berlangsung secara transparan. Dalam kontestasi kali ini, tiga kandidat unggulan bersaing ketat memperebutkan mandat kepemimpinan:

  • Ahmad Zamzami  (Kandidat Nomor Urut 1)
  • Ahmad Nafhan  (Kandidat Nomor Urut 2)
  • Siti Juwita  (Kandidat Nomor Urut 3)

Sebelum memasuki tahap pemungutan suara, atmosfer pemilihan sempat menghangat saat sesi debat kandidat dan penyampaian orasi visi-misi. Moderator Pimus Raja A. Maulanda bertindak tegas dalam memimpin jalannya diskusi, memastikan setiap calon mendapatkan alokasi waktu yang adil sembari menjaga kondusivitas forum. Ketajaman visi para calon diuji secara mendalam oleh dua panelis, yakni Ustadz M. Fathul Bari (Panelis I) dan Ustadzah Baqiyatus Sholihah (Panelis II). Kedua panelis tersebut mencecar para kandidat dengan pertanyaan strategis untuk menggali pemahaman mereka terhadap isu-isu organisasi, menilai relevansi program kerja, serta menguji kapasitas  problem solving  dalam menghadapi dinamika kepemimpinan di masa depan.

Salah satu poin paling krusial yang muncul dalam debat adalah strategi mengatasi kesenjangan partisipasi di kalangan mahasantri Ma’had Aly. Menanggapi isu mahasantri yang kurang aktif, Ahmad Zamzami mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi persuasif yang lebih personal.

“Menurut saya, mahasantri yang belum aktif bukan berarti tidak peduli. Terkadang mereka hanya belum menemukan ruang yang nyaman untuk terlibat. Karena itu, langkah pertama yang akan saya lakukan adalah melakukan pendekatan personal. BEM harus hadir sebagai wadah yang terbuka, merangkul, dan mampu menciptakan kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahasantri,” tegas Ahmad Zamzami.

Ia juga menambahkan bahwa BEM ke depan harus lebih aktif mendengar aspirasi mahasiswa serta menghadirkan program-program yang kreatif, edukatif, dan melibatkan seluruh elemen mahasantri tanpa memandang latar belakang organisasi maupun angkatan.

Berdasarkan hasil penghitungan suara akhir, Ahmad Zamzami mendominasi perolehan suara secara signifikan. Dukungan mayoritas yang diraihnya mengonfirmasi kepercayaan besar dari para pemilih terhadap gagasannya. Berikut adalah rincian perolehan suara:

  • Ahmad Zamzami: 53 suara
  • Ahmad Nafhan: 11 suara
  • Siti Juwita: 3 suara

Dengan hasil ini, Ahmad Zamzami secara sah mengemban amanah sebagai Ketua Umum BEM-MAS terpilih untuk satu periode mendatang.

Dalam pidato kemenangannya, Ahmad Zamzami berkomitmen untuk mentransformasi BEM-MAS menjadi organisasi yang kolaboratif, progresif, berintegritas, dan inklusif. Ia menekankan bahwa organisasi ini harus memiliki kedalaman fungsi bagi seluruh anggotanya.

“Saya ingin BEM-MAS bukan hanya menjadi organisasi formalitas, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasantri untuk berkembang, menyampaikan aspirasi, dan berkontribusi nyata bagi pesantren serta masyarakat,” tuturnya.

Untuk mewujudkan visi “Rumah Bersama” tersebut, ia menetapkan lima misi utama:

  1. Membentuk karakter mahasantri agar senantiasa berakhlak mulia.
  2. Membangun hubungan yang harmonis antara mahasantri dengan organisasi internal maupun eksternal kampus.
  3. Menjadi jembatan komunikasi aktif untuk menyerap seluruh aspirasi mahasantri.
  4. Menjalankan roda organisasi secara transparan dan bertanggung jawab.
  5. Menjadikan BEM sebagai wadah penyaluran minat, bakat, dan kepemimpinan agar siap menjadi penggerak di lingkungan pesantren dan masyarakat.

Terpilihnya nakhoda baru ini membawa harapan besar bagi eksistensi BEM-MAS Jakarta. Melalui kepemimpinan Ahmad Zamzami, organisasi diharapkan dapat tampil lebih solid dan aktif dalam menghadirkan program-program inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan internal Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *