saidusshiddiqiyah.ac.id—Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta telah resmi mengadakan acara Upgrading Pengurus dan Evaluasi Tengah Periode pada Selasa (03/02/2026) yang berlokasi di Pulau Situ Gintung 3, Tangerang Selatan. Acara ini dihadiri oleh seluruh rekan dan rekanita BEM serta jajaran staf akademika Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta.
Pada acara Upgrading Pengurus dan Evaluasi Tengah Periode ini BEM Ma’had Aly mengundang tokoh inspiratif yang memiliki banyak ilmu, karya, bakat, pengalaman, serta aktif dalam berbagai hal keorganisasian, yakni Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc, MA.
Acara diawali dengan evaluasi program kerja dari setiap divisi selama satu semester. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala juga solusi dari evaluasi tersebut. Setiap divisi mempresentasikan evaluasi program kerjanya yang diwakili oleh koordinator masing-masing divisi.
Memasuki sesi inti, dalam kesempatannya, Dr. H. Ahmad Shaleh Amin menyampaikan materi motivasi kepemimpinan sekaligus melakukan sosialisasi program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal.
Sharing session ini menjadi lebih seru dan menyenangkan, karena Dr. Amin membawa oleh-oleh berupa buku dan kaos yang diberikan sebagai hadiah untuk rekan-rekan BEM yang antusias bertanya dan menjawab pertanyaan.
Dr. Amin membuka sharing session ini dengan memberikan sebuah kutipan milik filsuf Amerika, “jangan pernah bermimpi untuk merubah dunia, sedangkan tempat tidur kalian belum bisa dirapikan”. Melalui kutipan ini Dr. Amin menjelaskan untuk merubah dunia, negara, masyarakat, keluarga, atau segala sesuatunya berawal dari diri sendiri dan hal-hal kecil yang kita lakukan.
Beliau juga menambahkan, bahwa jika komunitas masyarakat itu orang-orang baik, maka akan muncul dari masyarakat itu pemimpin yang baik. Maka pada saat itulah rahmat Allah akan turun dan terciptalah jargon yang selalu kita sebutkan yaitu “Baldatun toyyibatun wa rabbun ghafuur” semuanya berasal dari diri sendiri.
Melanjutkan sharing-nya, Dr. Amin menjelaskan makna mahasantri secara mendalam. “Kalian bukanlah mahasiswa biasa, kalian bukan sebagai orang yang mengejar ijazah belaka. Tapi kalianadalah orang-orang yang ditunggu oleh Masyarakat. Kinerja kalian, serta apa yang kalian mampu kontribusikan untuk masyarakat, semua harus ada nilai kemanfaatannya,” ujarnya.
“Gelar hanyalah kertas yang tidak memiliki makna dan arti sama sekali tanpa tiga pilar utama, yaitu ilmu, amal, dan akhlak. Peradaban besar itu diawali oleh orang yang baik,” tegas Dr. Ahmad.
Selanjutnya, Dr. Amin juga membuka sosialisasi terkait beasiswa PKU Masjid Istiqlal dengan menyampaikan latar belakang lahirnya beasiswa, visi dan misi, serta tata cara/step by step dalam pendaftarannya.
Sebelum menutup sesi diskusi, Dr. Amin menyempatkan untuk memberikan motivasi, pengalaman, dan juga teori-teori yang bisa diambil pelajarannya untuk kehidupan mahasantri. Beliau mengatakan bahwa, “kalau mau kelihatan jago dan pintar maka kuasai teori.”
Dr. Amin menutup sharing session dengan memberikan pesan mendalam yang dapat membangkitkan semangat. “Teman-teman ini berorganisasi, organisasi sebagai wadah untuk belajar, belajar bagaimana mengatur strategi, me-manage ego kita, bagaimana sama-sama menyatukan persepsi langkah kita untuk maslahat Bersama. Maka, teman-teman yang sedang berjuang dalam organisasi, kalian sedang berjalan di jalan yang benar, di jalan yang in syaa Allah dicatat sebagai jihad fi sabilillah. Karena di situ ada maslahat orang banyak, maka silakan terapkan dalam hati. Silakan ciptakan solidaritas yang ada, jangan lupa nilai dan tujuan kita pada organisasi, ini adalah wadah dan jembatan untuk menuju cita-cita dan harapan yang kita lalui bersama.” pungkasnya.
Pewarta: Atikah Sa’diatus Zahra, Semester V
