Menghidupkan Sunnah, Mengkaji Sanad: Dauroh Ilmiyah Bersama Syekh Yahya di Ma’had Aly Jakarta

MAHADALYJAKARTA.COM — Pada Jumat–Sabtu, 5–6 September 2025, Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta menyelenggarakan Dauroh Ilmiyah bersama Syekh Yahya Asir Karamah Balas’ad. Kegiatan ini sekaligus diadakan khataman kitab karya guru beliau, Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafiz, berjudul Mukhtār al-Ḥadīits asy-Syarīf.

Acara yang berlangsung di Perpustakaan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri aktif, pengabdian, serta segenap civitas akademika Ma’had Aly.

Syekh Yahya sendiri merupakan murid Al-Habib Umar yang sejak kecil telah dekat dengan beliau dan keluarganya. Bahkan sebelum berdirinya Darul Musthafa di Tarim, Yaman, Syekh Yahya sudah berada dalam bimbingan langsung sang guru.

Kitab Mukhtār al-Ḥadīits memuat 59 hadis, dimulai dengan hadis tentang niat dan diakhiri dengan hadis qudsi yang diriwayatkan Abu Hurairah dan Muslim, di mana Rasulullah ﷺ bersabda:

انَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً  

Artinya:
“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di hadapan orang banyak, Aku akan mengingatnya di hadapan kelompok yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Dalam dauroh tersebut, Syekh Yahya menjelaskan satu per satu hadis dari kitab tersebut dengan penjelasan runtut, disertai latar sejarah setiap hadis. Beliau mendapatkan sanad kitab ini secara langsung melalui talaqqi bersama guru beliau, Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafiz.

Selain mengkhatamkan kitab, Syekh Yahya juga menyampaikan nasihat dan motivasi kepada seluruh peserta. Di akhir acara, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat panitia serta memberi kesan yang mendalam dengan satu ungkapan singkat: santri Asshiddiqiyah itu “MANTAP.”

Pewarta: Siti Yayu Magtufah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *